Dalam rangka memperingati Hari Kartini, sebanyak 21 orang perempuan yang tergabung dalam komunitas Bike to work melakukan perjalanan bersepeda mulai dari Kelahiran Kartini di Jepara sampai dengan Bandung Jawa Barat. Perjalanan jarak jauh ini untuk mengulang keberhasilan perjalanan para Srikandi Jilid 1 pada April 2011 lalu serta melanjutkan semangat dan perjuangan perempuan dalam melestarikan lingkungan dan generasi yang lebih baik. Perjalanan selama 10 hari yang bertemakan “Merayakan Semangat Perempuan Pahlawan Indonesia Menuju Generasi Penerus Yang Bermartabat” tersebut dimulai pada Sabtu, 21 April 2012 di Jepara dan berakhir di Bandung (28/4 ).
Perjalanan selama 6 hari akan melewati 3 propinsi dengan rute: etape 1 Jepara – Solo, etape 2 Solo – Yogyakarta, etape 3 Yogyakarta – Gombong, etape 4 Gombong – Majenang, etape 5 Majenang – Tasikmalaya, etape 6 Tasikmalaya – Bandung. Estimasi jarak tempuh Jepara – Bandung ini kurang lebih 588 kilometer.
Tujuan perjalanan ini, selain memperingati semangat perjuangan pahlawan perempuan, juga mengampanyekan sepeda sebagai kendaraan ramah lingkungan bagi siapa pun termasuk perempuan. Kegiatan Srikandi Jilid 2 ini dan 21 perempuan yang penuh keberanian dan semangat untuk melakukan gerakan moral bersepeda dari Jepara ke Bandung selama delapan hari ini. Sangat penting bagi bangsa ini untuk memiliki perempuan-perempuan mandiri, tangguh dengan tetap memegang nilai-nilai tradisional. Misi yang dibawa oleh tim Srikandi dari Jepara menuju Bandung ini sangatlah positif, mencitrakan model perempuan modern, yang selain sehat juga peduli pada masa depan lingkungan dan generasi penerus.
“Menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi B2W Indonesia sebagai komunitas yang menyuarakan penggunaan sepeda melalui tekad dan semangat para Srikandi yang berani melakukan perjalanan ini. Kami percaya, dengan semangat yang dibawa ke 21 Srikandi itu dapat meningkatkan jumlah pesepeda perempuan sehingga dapat membangun masyarakat Indonesia yang berkualitas secara fisik, psikis dan moral,” ujar Ketua Bike to work Toto Sugito.
Tense Manalu (39 tahun) sebagai salah satu peserta dan koordinator Srikandi menyampaikan bahwa ke 21 peserta ini sebelumnya telah melewati tahap seleksi. Seluruh peserta kemudian melakukan program latihan selama lima kali dengan jarak tempuh kurang lebih 70 sampai 100 Km per sesi. Mereka ini adalah gabungan dari perempuan dengan berbagai latar belakang profesi, umur, dan kemampuan bersepeda. Mereka dituntut dapat bekerja sama dengan baik mulai dari latihan sampai perjalanan ini selesai.
“Saat ini, sepeda bukan hanya dijadikan alat untuk pemuas hobi semata, tetapi juga dapat dijadikan sebagai alat transportasi alternatif yang semakin banyak diminati. Semoga perjalanan kami ini bisa menjadi inspirasi bagi kaum perempuan untuk berani melakukan perubahan, minimal untuk dirinya sendiri,” ujar Tense. (*)
13271


Join Facebook Group
Follow Twitter
Subsribe to RSS Feed
nice info