Sesungguhnya wanita itu seharusnya menjadi penghuni rumah utama. Kehidupan berumah tangga dan berkeluarga secara mulia di atas segalanya. Sesungguhnya kebahagiaan wanita yang hakiki adalah dalam kehidupan rumah tangga yang mulia dan suci, bahkan kehidupan berumah tangga adalah simbol kebahagiaan wanita dan manusiawi
Kaum wanita yang hidup dalam liberalisme barat mulai menyadari bahwa persamaan, kesetaraan, dan kebebasan yang didengungkan banyak kaumnya di negeri mereka, sebetulnya telah merampas kebahagiaan dan fitrah mereka sendiri.
Sadarlah kita bahwa sebenarnya emansipasi itu hanyalah kebohongan yang dibuat untuk menyesatkan para wanita agar jauh dari peran utamanya sebagai wanita yang sesungguhnya
Seorang wanita sudah menjadi kodratnya menjadi seorang ibu. Berbahagialah bagi wanita yang telah menjadi ibu. Dalam ajaran semua agama kedudukan seorang ibu adalah kedudukan yang paling mulia.
Islam sangat menjujung tinggi derajat dan kehormatan seorang ibu. Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan bahwa surga itu berada di bawah telapak kaki ibu. Seorang ibu adalah tiang utama dalam keluarga. Ibulah yang mengandung, melahirkan, merawat, dan mendidik kita sehingga menjadi orang yang sukses seperti sekarang ini.
Seorang ibu membentuk karakteristik anak didiknya. Ibu tidak akan menjerumuskan kita dalam hal-hal yang membahayakan kita. Kadang memang seorang anak beda pendapat dengan ibunya. Tahukah kamu bahwa semua yang ibu lakukan adalah demi kebahagiaan kita kelak jika sudah beranjak dewasa.
Ibu menjadi pondasi utama dalam berumah tangga. Ibu adalah sebuah sekolah, yang apabila engkau persiapkan (dengan baik), berarti engkau telah mempersiapkan suatu bangsa dengan dasar yang baik. Ungkapan tersebut  menggambarkan betapa besarnya peran seorang ibu dalam membentuk sebuah generasi yang kelak akan menentukan kualitas suatu bangsa. Ibu adalah sekolah, bahkan sekolahan pertama bagi anak-anaknya. Ibu bagaikan wadah pendidikan yang mengajarkan dan mendidik berbagai macam ilmu dalam kehidupan anak-anaknya dengan cinta dan kasih sayang. Sebagai pendidik awal, ibulah yang pertama kali meletakkan fondasi dasar terutama dalam aspek keimanan kepada anak dalam proses pendewasaan mental dan pematangan jiwa.

Join Facebook Group
Follow Twitter
Subsribe to RSS Feed