Sebuah studi yang dirilis di jurnal kesehatan Pediatrics, minuman energi yang mengandung kafein tinggi serta taurine, guarana dan ginseng bisa menyebabkan stroke dan kematian mendadak.
Dalam penelitian sebuah kelompok dokter Amerika mendorong anak-anak dan remaja menghindari minuman berenergi dan hanya diperkenankan mengkonsumsi minuman olahraga dalam jumlah yang terbatas.
Minuman Energi bisa memicu terjadinya penumpukan kalori, apalagi bagi anak-anak yang kurang aktif secara fisik. Minuman energi mengandung 14 kali lebih banyak kafein. Minuman ini juga mengandung 10- 270 kalori per porsi, sehingga pantang diberikan kepada anak-anak.
Minuman energi mengandung kafein tiga kali lebih banyak dari satu kaleng minuman cola. Bahkan beberapa ditemukan yang mengandung lima kali lebih besar. Biasanya, konsumen yang kebanyakan orang muda ini minum lebih dari satu kaleng minuman energi, beberapa juga mencampurnya dengan alkohol.
Sejumlah dokter dari Departemen Anak di University of Miami yang melakukan penelitian ini menyatakan, minum minuman energi secara teratur bisa memicu diabetes, jantung yang abnormal, membuat mood jadi jelek dan perilaku menyimpang.
Para dokter menyarankan, konsumsi air putih adalah minuman terbaik yang bisa ditawarkan pada anak-anak untuk meredakan rasa hausnya. Atau konsumsi jus buah segar serta susu rendah lemak adalah pilihan minuman segar yang bisa ditawarkan pada si kecil.
Minuman berenergi memang terasa nikmat dan segar di tengah cuaca panas. Tapi apakah ibu tetap akan memberikan minuman ini kepada anak jika bahayanya demikian besar. Jadi mulailah untuk berkata tidak pada anak jika mereka menginginkan minuman berenergi itu.

Join Facebook Group
Follow Twitter
Subsribe to RSS Feed