Darsem — TKI yang lolos dari ancaman hukuman pancung di Arab Saudi, kembali membuat kontroversi. Belum lama ini, TKI yang mendadak kaya karena mendapat sumbangan Rp.1,2 milyard dari TV One, menggelar pesta hajatan sunatan anak lelakinya. Tak cukup sehari, Darsem menggelar pesta hajatan itu 3 hari, 3 malam sejak Sabtu (17/9) sampai Senin ( 19/9). Hajatan yang diselenggarakan secara mewah itu, konon menelan biaya puluhan juta rupiah.
Sebelumnya, Darsem sudah membangun rumah baru dan kembali rujuk dengan suaminya setelah membeli banyak perhiasan emas yang dibeli dari uang sumbangan itu. Padahal, uang sumbangan itu dulu diamanahkan oleh stasiun TV untuk kegiatan sosial. Darsem bahkan pernah berjanji ingin berbagi rejeki dengan Ruyati — TKI yang terkena hukuman pancung di Arab Saudi. Darsem sendiri juga pernah terancam hukuman pancung. Namun, lolos karena ditebus oleh oleh pemerintah, dan dapat kembali ke Indonesia.
Sampai di Indonesia, Darsem menerima sumbangan dari pemirsa TV One berupa santunan sebesar Rp. 1,2 mlyard. Namun, bagai kejatuhan rejeki nomplok Darsem membelanjakan uang santunan itu untuk belanja emas. Padahal, sebelum lolos hukuman pancung Darsem berjanji akan menggunakan dana sumbangan untuk kegiatan sosial. Inilah dunia. Darsem menjelma jadi orang kaya baru (OKB ) di kampungnya.
Darsem mengaku memang membeli emas dari uang sumbangan Rp 1,2 miliar yang diterimanya dari pemirsa TV One. Ia beralasan, emas itu dibelinya agar dapat dijual lagi jika kemudian hari membutuhkan uang. Darsem masih sakit hati, karena suaminya Sanudin meninggalkan rumah dan kawin lagi dengan perempuan lain. “Kalau soal perhiasan, bukan saya saja yang memakai itu. Semua orang di sini, tak segan memakai perhiasan. Saya heran kenapa orang lain harus iri. Karena saya sendiri enggak pernah iri sama orang jika
memakai perhiasan,” katanya saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (5/8)
Pengacaranya, Elyasa Budianto, bercerita, keluarga Darsem saat ini berlimpah harta. Selain membeli sawah dan membangun rumah, Darsem juga terlihat mengoleksi perhiasan emas.
“Dia sekarang kalau ke mana-mana pakai emas, sudah kayak toko berjalan. Saya tidak enak juga melihatnya, itu kan uang sumbangan ya,” kata Elyasa saat berbincang dengan detikcom, Jumat (5/8/2011).
Menurut Elyasa, bukan hanya gaya hidup Darsem saja yang berubah, namun sikap ibu satu anak itu tak lagi seperti dulu. Jika dulu Darsem terkesan pendiam, kini Darsem lebih banyak bicara dan senang diwawancara.
“Sikapnya berubah, sama tetangga-tetangganya juga berubah. Yang lebih nggak enak, dia seperti ingkar dengan janji-janjinya dulu. Dulu kan dia mau bantu memperbaiki jalan di kampung, tapi ternyata setelah dapat uang, dia nggak mau. Itu yang bikin warga nggak senang,” kata Elyasa.
Sikap Darsem ini juga yang membuat Elyasa sedikit malu mendampingi Darsem. Selama ini dia telah berusaha membantu keluarga Darsem agar mendapat simpati masyarakat, tapi ternyata saat ini sikapnya berubah. “Dulu saya bantu atas dasar kemanusiaan, tapi kok jadi begini. Saya malu juga sama masyarakat,” kata Elysa. (tribun/dtk)
107934


Join Facebook Group
Follow Twitter
Subsribe to RSS Feed
biasa manusia lg susah pd merengek mnta tlng,udah kaya dapat uang sumbangan lupa daratan, KACANG LUPA AKAN KULITNYA……………..biarin aja dia dipancung ngapain pemerintah bntu2 cr sumbangan…………..udah pegang uang banyak e,e,e,e,e,e malah sombong………………orang miskin baru melek…………….tp sampe mana uang itu bertahan, gunung aja dikeruk habis kok……………………