Keluarga Apriyani Susanti — sopir Xenia Maut dalam Tragedi Halte Bus Tugu Tani — masih harus bersabar. Meski telah menyatakan permintaan maaf secara terbuka lewat media, serta menunjukkan surat tulisan tangan dari Apriyani, namun sebagian besar korban belum dapat memaafkannya. Keluarga korban bahkan menuntut agar Apriyani dituntut hukuman seberat-beratnya atas perbuatannya menewaskan 9 orang pejalan kaki.
Jumari — salah seorang keluarga korban — menyatakan bahwa maaf tidak akan menyelesaikan persoalan. Sebab, nyawa yang terlanjur terenggut tak akan mampu diganti oleh apapun. Oleh karena itu pihaknya meminta agar hukuman setimpal ditimpakan buat Apriyani atas perbuatannya. ” Maaf sih gampang. Kita ini orang pemaaf. Tapi bagaimana dengan orang yang terlanjur meninggal ? Masak cuma maaf gitu aja.. ” ujar Jumari .
Selain itu Jumari menambahkan, selaku keluarga pihaknya kecewa dengan wacana pihak kepolisian yang hanya akan menghukum Apriyani selama 6 tahun. ” Masak cuma 6 tahun. Minimal ya 20 tahun, atau hukuman seumur hidup. Lha wong dia bikin mati 9 orang. ” tandas Jumari.
Sementara itu, Mulyadi — orang tua dari Buhari — juga menyatakan hal senada. Pihaknya bahkan menyatakan tak ada urusan dengan keluarga Apriyani. Karena itu, permohonan maaf dari keluarga Apriyani dinilai tidak mewakili. ” Saya itu nggak ada masalah dengan keluarga Apriyani. Karena itu, keluarga dia nggak perlu minta maaf. Tapi Apriyani sendiri yang harus bertanggung jawab atas perbuatannya. ” ujar Mulyadi. ( lis)

Join Facebook Group
Follow Twitter
Subsribe to RSS Feed